Indera News
Identifikasi, Explorasi & Rasional

- Advertisement -

Abu Janda Gagal Tidur di Penjara, Eh Kelompoknya Habib Rizieq Langsung Sewot

0 71

Inderanews, Nasional, – Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 Novel Bamukmin ikut merespons keputusan Polri yang tidak menahan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda usai diperiksa 12 jam pada Senin (1/2/2021) kemarin terkait kasus ujaran kebencian.

Ia menyebut, bahwa barang bukti ujaran kebencian yang dilakukan Abu Janda sudah mencukupi untuk dijebloskan ke penjara.

“Tadinya saya yakin dengan dugaan saya bahwa Abu Janda akan ditahan. Namun gak tepat juga dugaan saya,” cetusnya seperti dilansir dari Pojoksatu.id di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Karena itu, anak buah Habib Rizieq ini pun menyebut apabila pada pemeriksaan kedua yang berlangsung Kamis (4/2/2021) besok tetap tidak ada penahanan terhadap Abu Janda maka janji Kapolri baru Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum akan menjadi catatan buruk di awal kepempinannya.

“Mengingat Kapolri yang baru dengan semboyan menegakkan keadilan tanpa tebang pilih,” ujarnya.
“Tapi kami masih menunggu langkah sampai proses selanjutnya akankah sampai ke meja hijau agar bisa terlihat pembuktian secara langsung,” tambahnya lagi.

Sebagaimana diketahui, cuitan Permadi Arya alias Abu Janda yang menyebut ‘Islam arogan’ berawal dari perang cuitan atau twit war dengan Tengku Zulkarnain. Pada awalnya, Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, berbicara soal arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika.

Lalu, Tengku Zulkarnain menyebut tidak boleh ada arogansi, baik dari golongan mayoritas ke minoritas maupun sebaliknya. Cuitan tersebut dipublikasikan hari Minggu (24/1/2021).

“Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI,” cuit Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul.

Kemudian Abu Janda membalas cuitan Tengku Zulkarnain. Dia menyebut Islam adalah pendatang dan Islam pula yang ‘arogan’ karena mengharamkan kearifan lokal di Indonesia.

“Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat,” cuit Abu Janda lewat akun @permadiaktivis1.

Adapun, Abu Janda sendiri telah membantah jika dirinya melakukan penodaan agama. Ia mengaku tidak pernah menyebut Islam arogan.

“Saya tak pernah bilang ‘Islam arogan’, saya bilang ‘Islam pendatang dari Arab’ yang arogan dan itu ditujukan ke Tengku Zul. Yang saya maksud itu aliran salafi wahabi. Saat twit saya diviralkan bagian twit Tengku Zul-nya dibuang, jadi seolah saya generalisasi Islam. Terima kasih Kiai,” kata Permadi Arya melalui akun Twitternya, @permadiaktivis1, Minggu (31/1/2021).

Selain kasus “Islam arogan”, Abu Janda juga sempat dilaporkan ke polisi terkait dugaan ujaran kebencian terhadap tokoh Papua, Natalius Pigai. Dalam cuitanya, Abu Janda mempertanyakan apakah Natalius sudah berevolusi.

Abu Janda dianggap mengejek mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dengan sebutan evolusi di akun Twitter miliknya. Isi cuitannya, yakni ‘Kau @NataliusPigai2, apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belom kau?’

Terkait evolusi, Abu Janda membantah cuitannya itu artinya binatang seperti teori Darwin. Tafsiran tersebut dinilainya hanya dibuat oleh pihak tertentu. Dia menjelaskan, dengan merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bahwa evolusi itu artinya berkembang.

Abu Janda menyampaikan evolusi itu sama sekali tidak bermaksud rasis. Sebab, dia tidak membawa embel-embel lain hanya kata evolusi saja. Maka dari itu, Abu Janda mempertanyakan di mana maksud rasisnya.

“Evolusi itu di KBBI artinya berkembang, evolusi itu berkembang, pikiran lo sudah berkembang belum? Akhlak lo sudah belum? Kan evolusi akhlak bisa, evolusi pikiran bisa,” kata Abu Janda, Jumat, 29 Januari 2021.

Menurut Abu Janda, sebagai muslim ia tak percaya teori Darwin. Bagi dia, hanya orang Atheis yang percaya teori Darwin.

“Maaf, cuma orang Atheis yang percaya dengan teori Darwin. Jadi, kalau ada orang yang menuduh kata-kata evolusiku itu adalah teori Darwin berarti dia Atheis,” sebut Abu Janda. (Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.